aku tahu, kamu pasti mencariku. Bahkan aku bisa menebak dengan tepat kapan kamu menghubungiku, 11.25 seperti yang sudah-sudah. Sebutlah itu intuisi palsu, sebutlah aku terlalu berharap. Aku tahu, kamu merinduku seperti aku merindumu, tak penting siapa yang lebih merindu. Dan tahukah kamu, jantungku melonjak kegirangan, saat kulihat layar ponselku, 2 panggilan tak terjawab darimu. Sial!!!! Bodohnya aku, tak menggetarkan ponselku. Aku pun hanya merutukki diriku sendiri. Sampai akhirnya kamu pun mengirim pesan, menungguku didepan layar mu, menunggu melihatku..Ah, tak terkira senang hatiku.
Sapamu benar-benar menghidupkanku, dari kematian sementara. Ucap rindumu, bagai setetes embun di padang pasir. Tak kuduga kamu begitu penting untukku. Mungkin kamu sudah mulai bosan dengan kata-kata cintaku, mungkin telingamu mulai tuli dengan teriakkan rinduku, aku tak perduli. Karena rasa itu masih menderaku.
Untukmu..cinta ini masih bersemi…











the visitors