im just a liar
a bad liar
lie and lie and lie by day
im just bad liar
do things just to make u smile
lie lie and lie everyday
im just bad liar
lie
home
pulang
rasanya kata itu begitu menyenangkan
menjanjikan harapan
dan tahu tahu kakiku di pintu depan
mencoba membuka yang terkunci
tak langsung berbenah
semua rasa tertumpah
semua kata berhamburan
mungkin aku terlalu lelah
bahkan berteriak pun enggan
dan disini lah
yang aku panggil rumah
masih menyambutku dengan senyum hangat
masih menyisakan tempat untuk segudang cerita
segudang kisah entah tawa atau luka
mari, masuk ke dalamnya
intiplah sedikit ruang yang tersedia untuk kata
dengar
dan berapa lama kau mengenalku?
sehari…
dua hari…
5 bulan…
setahun…
entah…
kamu dan aku sama sama tidak tahu
kapan jejakmu membeku disitu
kapan hatiku berjarak dari mu
kamu dan aku
benarkah kita saling mengenal?
atau hanya ego yang saling berkejaran?
back
mengingatnya, sontak membuatku mual
melihat kilasnya, entah mengapa menakutkan
kalo hanya mengingatnya saja membuatku tak karuan
apalagi berbicara tentangnya
benci ?
tidak..hanya ada sakit disini
disudut sepi yang setengah mati ingin kulupa
di setitik harap yang dari awal tak ada
dan sial, aku mual jadinya
lupakan saja
pergi saja
farewell..
pindah-pindah…
angkut-angkut…
bawa yang bisa dibawa…
tinggal cerita lama….
punya rumah baru yang harus diisi…
biarpun cuma pinjaman tapi terimakasih…
pindah pindah..
ayo pindah..
sampai jumpa lagi nanti…
`back to coffin`
berhubung pemilik blog sedang sedikit `kehilangan akal` untuk sementara blog dinyatakan
CLOSED
until unlimited time..
maaf untuk beberapa post yang `hilang` sementara…
thanks for coming
m(_ _)m
c u later..
narsis time
taken by one of my friend.... somehow i like this pic
![]()
`tokyo`

1973. Tentara Jepang melakukan pembantaian besar-besaran di Nanking saat mereka melakukan invasi ke China. Mereka melakukan pemerkosaan, perampasan, pembakaran serta eksekusi terhadap tawanan perang dan penduduk sipil. Ini merupakan peristiwa paling tragis yang dialami bangsa China. Karena kekejamannya di nanking, seorang letnan Jepang bernama Junzo Fuyuki mendapat julukan yanwangye – si Iblis.
1990. Fuyuki menjadi pemimpin sebuah geng Yakuza. Ia dipercaya biasa menyantap daging manusia agar tetap sehat dan panjang umur. Fuyuki selalu didampingi oleh tangan kanannya, Suster Ogawa, yang dijulukki Jahanam Saitama karena kesadisannya. Suster Ogawa telah menjadi mitos di dunia bawah tanah Jepang.
Shi Chongming, profesor di Universitas Todai, beserta Grey, seorang mahasiswa dari London, bekerja sama untuk mengungkap rahasia Fuyuki dan Pembantaian Nanking. Ketika satu per satu fakta terungkap, Grey berada dalam bahaya karena telah membangunkan kembali iblis yang pernah merajalela dalam tragedi Nanking terdahulu.
itu adalah review yang tertulis dibelakang buku Tokyo, the devil of nanking karya Mo Hayder . Berikut sedikit saya ceritakan isi bukunya, dari sudut pandang saya tentunya.
Shi Chongming, seorang China yang menjadi saksi pembantaian di Nanking, dan mempunyai bukti bahwa pembantaian yang kejam itu benar-benar terjadi, berusaha menutup dan merahasiakan cerita dengan menyimpan satu-satunya film yang ada. Ia adalah seorang ahli bahasa yang berubah menjadi seorang budayawan, atau sosiologi yang juga tertarik mempelajari pengobatan, dengan ambisi tersendiri mengenai Junzo Fuyuki, seorang Letnan yang menjadi pemimpin Geng Yakuza yang ditakuti dan memiliki pengaruh kuat.
Shi Chongming berusaha masuk ke Jepang demi mengetahui rahasia yang terpendam selama 53 tahun lebih, yang menjadi dugaan kuatnya tentang obat rahasia milik Junzo Fuyuki.
Grey, mantan pasien rumah sakit Jiwa, yang dengan segala ketidaktahuannya, menemukan dan membaca buku tentang pembantaian di Nanking, dan dibantah oleh segenap keluarga dan sekelilingnya, bahwa apa yang diketahuinya adalah ilusi yang kejam. Ilusi yang mengerikan yang membuatnya ditempatkan dalam rumah sakit Jiwa. dalam hati kecilnya, Grey – nama yang diberikan oleh satu teman sekamarnya - memahami dia harus mencari jalan untuk menemukan bukti, bahwa buku itu, dan pembantaian di Nanking memang benar terjadi.
Dengan segala usahanya dan obsesinya tentang Jepang, Grey berhasil memasuki sebuah universitas, dimana ia menemukan salinan atau bukti lain tentang pembantaian di Nanking dan mengarah pada satu nama, Profesor Shi Chongming.
Keinginan Grey untuk membuktikan bahwa yang pernah dibacanya adalah benar-benar terjadi, membawanya ke Jepang, sedikit uang, dan banyak buku, catatan-catatan yang dibuatnya tentang gunungan mayat manusia atau cerita pembantaian di Nanking. Mengetuk pintu Shi Chongming ternyata sama tak mudahnya mengetuk hati Shi Chongming untuk bercerita, membagi masa lalu menyeramkan yang di ketahui dan di saksikannya. Membutuhkan waktu seminggu untuk menunggu Shi Chongming membuka dirinya. Dalam waktu seminggu, Grey bekerja menjadi pramuria bersama Jason, pria yang ditemuinya saat ia tidur di taman dan menunggu Shi Chongming.
Selanjutnya, Grey mulai menyelidiki Junzo Fuyuki atas permintaan Shi Chongming, karena kesepakatan yang telah mereka buat agar Grey dapat memperoleh film yang disimpan Shi Chongming.
Hm…..apakah berhasil?rasanya kurang seru kalo saya ceritakan disini, ada banyak darah dan pembunuhan yang mungkin bisa tergambarkan dengan baik bila membaca sendiri bukunya, tapi kalau memang ingin mengetahui akhirnya, akan saya ceritakan pada postingan kedua, rahasia Junzo Fuyuki – yang rupanya berasal dari ketidaktahuan – , mengapa Shi Chongming menyimpan film itu – berlari sedemikian jauh untuk akhirnya kembali ke awal – , mengapa Grey terobsesi pada pembantaian di Nanking – yang mendorong ketidaktahuannya menyakiti diri dan putrinya – . Benarkah bahwa – seperti yang sering Ia dengar di rumah sakit Jiwa – ketidaktahuan bukanlah kejahatan ?
~ irony agony ~

red heart
once born
once broken
once dying
and once again rising
taken by one of my friend....
somehow i like this pic 










the visitors